Selasa, 05 Maret 2019

Ringkasan Isi Website : strukturbeton1.blogspot.com


A. Teknologi Beton, Beton Bertulang :
B. Balok dan Pelat Beton Bertulang
B. Kolom Beton Bertulang :
C. Soal-Soal Tugas dan Ujian :
D. Contoh Program Aplikasi:

Rabu, 31 Oktober 2018

Panjang Penyaluran Tulangan dengan Kait Standar


 SNI BAJA TULANGAN BETON :
https://sites.google.com/site/strukturbeton1/sni-2052-2017-baja-tulangan-beton

https://lauwtjunnji.weebly.com/penyaluran-tarik-dengan-kait-standar.html
Penyaluran Dengan Kait Standar
Berdasarkan SNI 03-2847-2002 dan ACI 318

Penyaluran dengan kait standar hanya diperhitungkan untuk penyaluran tarik -- kait tidak dianggap efektif dan tidak dihitung sebagai penambah kekuatan untuk penyaluran tekan.

Pada bagian ini dibahas penyaluran atau penjangkaran tarik dengan kait standar pada tulangan balok.

Rumus Dasar dan Parameter


Rumus dasar dan parameter koefisien yang digunakan adalah:
(klik untuk memperbesar gambar)
Rumus penentuan Lt min dan radius tekukan kait standar :
Picture
Rumus dan parameter untuk koefisien Ldh :
Picture
Picture
Picture
klik untuk memperbesar tabel
Untuk beton ringan, semua nilai dalam tabel dikalikan faktor λ = 1,3
Untuk tulangan berlapis epoxy, semua nilai dalam tabel dikalikan faktor β = 1,2

Panjang Penyaluran Tulangan Tanpa Kait


Penyaluran Tulangan Tanpa Kait
Berdasarkan SNI 03-2847-2002 dan ACI 318

Picture
Penyaluran tanpa kait umumnya dilakukan pada penyaluran ke elemen struktur yang menerus
(balok terusan) atau untuk tulangan tekan.

Penyaluran dilakukan jika jumlah tulangan balok pada satu elemen struktur lebih banyak dari balok terusannya, sehingga kelebihan jumlah tulangannya akan diputus dan dapat disalurkan dengan cara tanpa kait ke badan balok terusan tersebut maupun dengan kait ke dalam kolom struktur.

Catatan : untuk beton ringan, seluruh nilai di tabel dikalikan dengan faktor λ = 1,3


https://lauwtjunnji.weebly.com/penyaluran-tulangan-tanpa-kait.html
Penyaluran Tarik Tanpa Kait
(klik untuk memperbesar gambar dan tabel)
Picture
Picture
Picture
Picture
Picture

Penyaluran Tekan Tanpa Kait
(klik untuk memperbesar gambar dan tabel)
Picture


Picture

Perbedaan Mutu Beton K- dan f'c


Picture
Picture
PBI 1971 N.I.-2 ke SNI 03-2847-2002
Satuan dan Benda Uji Beton
Peraturan tentang desain dan persyaratan mengenai pelaksanaan konstruksi beton bertulang di Indonesia, sampai saat ini yang masih menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah 2 peraturan, yaitu :
  • peraturan lama : PBI 1971 N.I.-2
  • peraturan baru : SNI 03-2847-2002
Secara resmi, begitu peraturan baru disahkan, maka peraturan lama tidak berlaku lagi - namun karena proses pelengkapan SNI pendukung untuk peraturan baru SNI 03-2847-2002 masih terus dilakukan maka kondisi saat ini PBI 1971 N.I.-2 belum sepenuhnya ditinggalkan.

Di bagian ini akan dibahas tentang perbedaan dan konversi antara PBI 1971 N.I.-2 ke SNI 03-2847-2002 tentang satuan dan benda uji beton.

Frekuensi dan jumlah pengambilan benda uji, analisa, evaluasi dan penerimaan hasil pengujian sample/benda uji akan dibahas terpisah

Peraturan Beton Bertulang Indonesia
PBI 1971 N.I.-2 
Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung
SNI 03-2847-2002

Benda uji dan satuan standar
Bentuk benda uji standar : kubus, bersisi 15 cm x 15 cm x 15 cm

Satuan kuat tekan karakteristik : kg/cm2

Notasi mutu beton :
K - xxx , yaitu kuat tekan karakteristik = xxx kg/cm2

contoh notasi mutu beton : K-250 (kuat tekan karakteristik = 250 kg/cm2)
Picture

Benda uji dan satuan standar
Bentuk benda uji standar : silinder, diameter 15 cm, tinggi 30 cm

Satuan kuat tekan karakteristik : MPa atau N/mm2

Notasi mutu beton :
fc' = xxx MPa, yaitu kuat tekan karakteristik = xxx MPa  atau xxx N/mm2

contoh notasi mutu beton :  fc' = 30 MPa (kuat tekan karakteristik = 30 N/mm2)
Picture

Konversi benda uji
Faktor konversi standar benda uji :
Picture
Konversi satuan
Faktor konversi satuan dari kg/cm2 ke MPa :

   1 MPa = 1 N/mm2
   1 kg = 9,81 N
   1 N/mm2 = (1/9,81) kg/mm2 = (100/9,81) kg/cm2

  1 MPa = (100 / 9,81) kg/cm2

  1 kg/cm2 = (9,81 / 100) MPa

Konversi benda uji dan satuan 
Picture

Nilai praktis untuk padanan mutu beton antara PBI dan SNI

Untuk keperluan praktis dalam desain dan pelaksanaan, jika tidak ditetapkan secara khusus oleh Konsultan Desain, dapat digunakan acuan panduan praktis sebagai berikut :

Kamis, 13 September 2018

STRUCTURAL ENGINEERS POCKET BOOK

https://sites.google.com/site/strukturbeton1/referensi

Analisis dan Disain Kolom dan Diding Geser (program)



https://drive.google.com/drive/u/1/folders/1myaIozxL8K4ZQg4lrIl5H2s8j3H9CN8F?ogsrc=32

Syarat Penerimaan Mutu Beton


Dalam Triwiyono (2005) dinyatakan bahwa penetapan nilai kuat tekan beton fc’ yang digunakan untuk evaluasi kekuatan struktur tidak boleh diambil lebih besar dari nilai terkecil dari 2 nilai kuat tekan yang dihitung dengan persamaan (1) dan (2) berikut:
1)
Menurut pasal 7.6.5). (4) SNI 03-3403-1991-03 disyaratkan bahwa kuat tekan rata-rata dari tiga beton inti adalah minimal sama dengan 0,85 f’c atau jika diperhitungkan suatu kemungkinan (probability) rentang kuat tekan minimum, dihitung dengan :


2)
Tidak ada satupun beton inti yang kuat tekannya kurang dari 0,75 f’c, sehingga nilai kuat tekan beton dihitung dengan :



Selasa, 04 Oktober 2016

tulangan geser

Langkah-langkah perencanaan penampang terhadap geser :
1.  Hitung gaya geser terfaktor Vu pada penampang kritis sepanjang elemen.
2.  Untuk suatu penampang kritis, hitung kekuatan geser beton Vc.
3. a) Bila [ Vu - fi Vc ] > 2/3 bw d (f'c)^0.5 
        ---> ukuran balok diperbesar.
    b) Bila [ Vu - fi Vc ] < 2/3 bw d (f'c)^0.5 
        ---> hitung jumlah tulangan geser :
        b.1) Bila [ Vu - fi Vc ] > 2/3 bw d (f'c)^0.5
                ...


tulangan geser





Kamis, 28 November 2013

Assigment - 1 STRUKTUR BETON I

Nomor : 1.
Tuliskan prosedur dan rumus untuk analisis penampang balok beton bertulang menahan momen lentur disertai 3 contoh soal.  (Misal contoh soal : balok beton bertulang penampang persegi b=30cm, h=60cm; bertulangan tarik 6D16; bentang balok L=8m ditumpu 2 tumpuan sendi; fc'=200 kg/cm2; fy=4000 kg/cm2; Apakah balok mampu menahan beban terpusat di tengah Pu=20 ton ?)
Cek hasil perhitungan menggunakan Program DsgWin !

Nomor : 2.
Tuliskan prosedur dan rumus untuk perencanaan penampang balok beton bertulang menahan momen lentur disertai 3 contoh soal.  (Misal contoh soal : balok beton bertulang penampang persegi b=30cm, h=60cm; menggunakan tulangan pokok D16; bentang balok L=8m ditumpu 2 tumpuan sendi; fc'=200 kg/cm2; fy=4000 kg/cm2; Balok menahan beban terpusat di tengah Pu=10 ton ? Berapa jumlah tulangan tarik yang diperlukan)
Cek hasil perhitungan menggunakan Program DsgWin !

Nomor : 3.
Kolom beton bertulang penampang persegi 50x50 cm; bertulangan 24D19;  fc'=200 kg/cm2; fy=4000 kg/cm2; menahan momen Mu=20 ton.m; Pu=300 ton.
Apakah kolom tersebut cukup kuat mebahan Mu=20 ton.m; Pu=300 ton ?
Buktikan dengan perhitungan menggunakn PCA Kolom dan DsgWin !
Buat contoh soal lainnya 3 jenis.

Jawaban dikumpulkan paling lambat pada tanggal : 4 Desember 2013 melalui email :
sumirin@unissula .ac.id dan strukturbeton@gmail.com.

Selasa, 23 Oktober 2012

UJIAN ONLINE STRUKTUR BETON 1

Ketentuan Ujian Online Stuktur Beton I :
1.  Ujian wajib diikuti peserta mk STRUKTUR BETON I (semester 5)
2.  Soal dan dan bahan ujian dapat dilihat pada web :  www.strukturbeton1.blogspot.com
3.  Ujian online mulai tanggal 24 Oktober 2012 jam 13.00 s/d 25 Oktober 2012 jam 18.00
4.  Jawaban lengkap ujian disampaikan pada email : strukturbeton@gmail.com dan sumirinms@gmail.com
5.  Jawaban singkat dapat disampaikan pada komentar di bawah ini.


Soal Ujian Online :

Nomor 1. 
Hitung secara manual luas tulangan tarik dan jumlah tulangan tarik  balok persegi beton bertulang :
fc'=200 kg/cm2 (20 MPa); fy=4000 kg/cm2 (400 MPa)
(a)b=30cm; h=50cm; Mu=20 ton.m
(b)b=30cm; h=50cm; Mu=10 ton.m
(c)b=30cm; h=60cm; Mu=40 ton.m
(d)b=40cm; h=70cm; Mu=40 ton.m

Nomor 2. 
Soal nomor 1 dihitung menggunakan program DsgWin

Nomor 3. 
(a) Bagaimana menghitung jumlah tulangan minimum balok ?
(b) Berapa luas tulangan maksimum sebuha balok ?
(c) Tuliskan rumus dan prosedur perhitungan  tulangan balok rangkap (double) !
(d) Tuliskan rumus dan prosedur perhitungan tulangan balok T !

Nomor 4. 
Hitung secara manual luas tulangan  geser sengkang balok persegi beton bertulang :
fc'=150 kg/cm2 (15 MPa); fyv=2400 kg/cm2 (240 MPa)
(a)b=30cm; h=50cm; Vu=30 ton
(b)b=25cm; h=50cm; Vu=20 ton
(c)b=30cm; h=60cm; Vu=40 ton
(d)b=40cm; h=60cm; Vu=40 ton

Nomor 5. 
Hitung soal Nomor 4 menggunakan program DsgWin

Nomor 6. 
Hitung dan gambar penulangan 4 sisi kolom beton bertulang berikut (D19 mm atau D20 mm):
(a) b=400mm; h=600mm; fc'=15 MPa; fy=400 MPa;  P=1000 kN;   Mu=250 kN.m
(b) b=500mm; h=500mm; fc'=15 MPa; fy=400 MPa;  P=2000 kN;   Mu=300 kN.m
Perhitungan dengan 3 cara yaitu : 
1)menggunakan Grafik  2)menggunakan Program DsgWin    3) menggunakan PCACOLUMN

Nomor 7. 
Kolom persegi b=50cm; h=50cm; fc'=20 MPa'  fy=400 MPa; tulangan 4 sisi 20D25
(a) Buatlah diagram interksi menggunakan Program CONBAR dan EXCEL
(b) Buatlah diagram interaksi menggunakan Program PCACOLUMN
(c) Buatlah diagram interksi menggunakan program ACECOMS-GEAR

Nomor 8. 
Buatlah contoh perhitungan kolom bentuk L dan kolom berlubang menggunakan program ACECOMS GEAR

Data-data lain tentukan sendiri 
Selamat mengerjakan !
Kalau ada pertanyaan, silahkan tulis komentar di bawah ini !

Perhitungan Kolom Cara Manual ( dengan Rumus)

Beban kolom maksimum, Pu :

dimana :      f=0.65;  Ag=b*h = luas penampang kolom (cm2)
                   Ast=m*0.25*3.14*db^2 = luas tulangan total   (cm2)
                           m=jumlah tulangan total
                   fy=kuat leleh baja rencana (kg/cm2)


Kolom bertulangan simetri 2 sisi dapat didekati dengan rumus :

dimana : e=Mu/Pu;  d=0.85*h;  d'=0.15*h

Rumus analisis kolom lainnya baca dari :


Rabu, 17 Oktober 2012

Program ACECOMS GEAR

Silahkan dicoba program ACECOMS GEAR berikut :
https://sites.google.com/site/strukturbeton1/program-gear


Contoh Penggunaan Program ACECOMS-GEAR pada Kolom Berlubang :




; Computing Moment Capacity:
  Applied Axial Load, Pu = 3,000.0 kN
  Applied Moment, Mux  = 200.0 kN-m
  Applied Moment, Muy  = 100.0 kN-m
  Resultsnt Moment, Muxy = 223.6 kN-m
  Resultant Moment Angle  = 26 Deg.

; Detailed Capacity Calculations:

  Neutral axis angle = 32 Deg.
  Neutral axis depth = 389 mm
  Capacity reduction factor = 0.9

  Stress in Rebars: 
  Bar No,  Size,  Cord-X ,  Cord-Y,   Area ,  Stress
  1,  d 16,  -360,  -360,  204,  -400.0
  2,  d 16,  360,  360,  204,  378.8
  3,  d 16,  360,  -360,  204,  -400.0
  4,  d 16,  -360,  360,  204,  -78.6
  5,  d 16,  -360,  -240,  204,  -400.0
  6,  d 16,  -360,  -120,  204,  -400.0
  7,  d 16,  -360,  0,  204,  -400.0
  8,  d 16,  -360,  120,  204,  -374.0
  9,  d 16,  -360,  240,  204,  -234.9
  10,  d 16,  -240,  360,  204,  15.7
  11,  d 16,  -120,  360,  204,  98.0
  12,  d 16,  0,  360,  204,  196.9
  13,  d 16,  120,  360,  204,  285.8
  14,  d 16,  240,  360,  204,  367.3
  15,  d 16,  360,  240,  204,  320.1
  16,  d 16,  360,  120,  204,  181.2
  17,  d 16,  360,  0,  204,  33.3
  18,  d 16,  360,  -120,  204,  -110.0
  19,  d 16,  360,  -240,  204,  -264.3
  20,  d 16,  240,  -360,  204,  -400.0
  21,  d 16,  120,  -360,  204,  -400.0
  22,  d 16,  0,  -360,  204,  -400.0
  23,  d 16,  -120,  -360,  204,  -400.0
  24,  d 16,  -240,  -360,  204,  -400.0


; Result Summary:

  Axial Compresion,  ØPno = 6,750.4 kN
  Axial Tension,     ØPnt = -1,762.6 kN
  Moment Capacity,   ØMnx = 1,287.9 kN-m
  Moment Capacity,   ØMny = 385.0 kN-m
  Resultant Capacity, ØMnxy = 1,344.2 kN-m
  Resultant Angle        = 16 Deg.

  Concrete volume   = 0.48 m^3
  Main Steel weight = 37.92 Kg/m
  Steel weight/ volume = 79.00  Kgm^3







RUMUS PERHITUNGAN DISAIN DAN ANALISIS PENAMPANG BALOK

RUMUS PERHITUNGAN 
DISAIN DAN ANALISIS PENAMPANG BALOK

1. PERENCANAAN (DISAIN) PENAMPANG BALOK :
      ( TULANGAN TUNGGAL )

Diketahui :
-       Dimensi balok : b; h
-       Momen lentur : Mu
-       Mutu bahan : fc’; fy

Hitung  :
-       Luas dan jumlah tulangan balok : As, m

Penyelesaian :
-       Koefisien penampang : Rn = Mu/(f.0.85 fc’ b d²);  dimana : f=0.80
-       Indeks tulangan : w = 1-Ö(1-2*Rn)
-       Rasio tulangan :  r w.0,85.fc’/fy
rmin = 14/fy
rmaks = 0,75*0,85*fc’/fy*6000/(6000+fy)
Bila : r < rmin ;            As = rmin*b*d
Bila : rmaks r < rmin ; As = r *b*d
Bila : r > rmaks ;          Dimensi penampang ( b atau h) diperbesar, hitung ulang.
                                                ( alternatif lain dpasang tulangan tekan !)
-       Jumlah tulangan :  m=As/(0.25*π*db2)
dimana  : db = diameter tulangan (13;16;19;22;25 mm) disesuaikan dimensi balok.
Catatan :
Semua satuan harus kompatibel.
Mu = kg.cm; fc dan fy = kg/cm2;  Rn, wr = tidak bersatuan
As = cm2;  db = cm; b dan h = cm



2. ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG BALOK :
      ( TULANGAN TUNGGAL )

Diketahui :
-       Dimensi balok : b; h
-       Tulangan tarik : As=m*0.25*3.14*db2
-       Mutu bahan : fc’; fy

Hitung  :
-       Momen yang dapat ditahan : Mu
-       Tinggi garis netral, c
-       Tinggi blok tegangan beton, a

Penyelesaian :
-       Rasio tulangan : ρ=As/(b*d);  d≈0.9*h
-       Indeks tulangan : w= ρ*fy/(0.85*fc’)
-       Koefisien penampang : Rn=w(1-w/2)
-       Momen : Mu=Rn*ø*0.85*fc’*b*d2 ; dimana : ø=0.80

atau :
-   a=As*fy/(0.85*fc'*b);
-   Mu=ø*0.85*fc'*b*a*(d-a/2)

Parameter Penampang :
-       Tinggi blok tegangan : a=w*d
-       Tinggi garis netral : c=a/β1;  dimana : β1=0.85
-       Gaya tekan blok tegangan beton Cc=a*b*0.85*fc’
-       Gaya tarik baja tulangan : T=As*fy



3. ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG BALOK 
      TULANGAN RANGKAP

       Satuan SI,
       Mu (kN.m); As; As' (mm2), b; h(mm); fc'; fy (MPa)


Soal :
Buatlah latihan soal dan jawaban balok untuk kasus 1,2 dan 3 !